Digitalisasi Desa Dieng Kulon, Branding Produk dan Pariwisata Berkelanjutan

BANJARNEGARA, ID-POST.ID – Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital terus didorong di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara. Program Studi Hubungan Masyarakat menggelar kegiatan Pengabdian bagi Masyarakat (PbM) bertema Pemberdayaan Masyarakat melalui Digitalisasi pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini diikuti perangkat desa, mulai kepala dusun, sekretaris desa, hingga anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan tujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan potensi wisata serta produk unggulan desa.

Koordinator Program Studi Hubungan Masyarakat, Siti Fatonah, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat menghadapi perubahan pola komunikasi dan pemasaran di era digital. “Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku wisata, dan kelompok masyarakat diharapkan mampu menghasilkan program pemberdayaan yang sesuai kebutuhan serta memberi manfaat berkelanjutan,” ujarnya.

Branding dan Storytelling Produk Lokal

Dalam kegiatan tersebut hadir dua narasumber, yakni Yenni Sri Utami dan Yudhy Widya Kusumo. Keduanya membahas strategi branding, storytelling produk lokal, pemanfaatan media digital, hingga pengembangan pariwisata Dieng yang berkelanjutan.

Yenni Sri Utami menjelaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat dari sekadar menjual produk menjadi menawarkan pengalaman kepada wisatawan. Menurutnya, produk lokal seperti carica, purwaceng, kopi Dieng, teh, batik, hingga kerajinan tangan akan memiliki nilai tambah apabila dikemas dengan identitas dan cerita yang kuat. Ia juga mendorong homestay menjadi etalase produk UMKM. Selain sebagai tempat menginap, homestay dapat dimanfaatkan sebagai ruang promosi, penjualan, edukasi, hingga memperkenalkan produk lokal melalui pembayaran digital, kode QR, dan QRIS.

“Banyak manfaat dan sebagai ruang promosi sekaligus mengenalkan produk,” ujarnya.

Pariwisata Berkelanjutan

Sementara itu, Yudhy Widya Kusumo mengingatkan bahwa pengembangan wisata Dieng harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan. Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik agar kekayaan alam dan budaya Dieng tetap terjaga.

 
 

“Kunjungan wisatawan perlu diimbangi dengan pengelolaan yang baik,” tambahnya.

Ia mengajak masyarakat menata homestay, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menghemat air, serta memanfaatkan teknologi digital tidak hanya untuk pemasaran, tetapi juga sebagai media edukasi wisatawan dan pengelolaan data kunjungan.

Sambutan Positif dari Perangkat Desa

Perwakilan Desa Dieng Kulon, Rohmat, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk memperkenalkan potensi desa secara lebih luas, mengembangkan usaha lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus, nanti dapat dikenalkan secara luas,” ungkapnya.

Dukung Wisata Dieng yang Berdaya Saing

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Dieng Kulon diharapkan semakin mampu memanfaatkan media sosial, pembayaran digital, kode QR, dan platform pemesanan daring untuk memperkuat pemasaran produk lokal. Di sisi lain, pengembangan ekonomi tetap diarahkan pada pelestarian lingkungan dan budaya sehingga Dieng Kulon dapat berkembang sebagai desa wisata yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, transformasi digital di Dieng Kulon diharapkan mampu membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam dan budaya yang menjadi daya tarik utama kawasan Dataran Tinggi Dieng. (*)

 

Sumber: https://id-post.id/digitalisasi-desa-dieng-kulon-branding-produk/

Share: